Journey of Life

Sunday, January 21, 2007

Peduli

Hari-hari berlalu sangat terasa semua penuh makna.
Sudah lama tidak berkarya di dunia maya, asyik juga menulis gak perlu pake kertas. Hari-hari berkarya ku di perusahaan yang memproduksi Paper One dengan serangkaian prosesnya dari sebatang kayu sampe menjadi kertas yg kadang kala dirobek seperti mencabik kayu..mencabik alam membuatku makin tersenyum saat mengetik di atas keyboard.

So kalo bisa menulis tanpa kertas dan bisa membawa manfaat untuk orang lain dan diriku Hmm..Life is so beautiful.
terkait peduli, aku teringat dengan tiga buah pertanyaan :

Kapan waktu yang terpenting dalam hidup ini?
Siapa orang yang paling penting dalam hidup ini?
Dan..Apa yang paling penting untuk dilakukan?

Waktu yang aku punya hanya "saat ini" ya saat ini. Indah bukan? dan juga penting karena "saat ini" yang aku punya.

Lalu siapa, siapa orang yang penting dalam hidupku? Orang yang bersamaku. Saat ini orang yang bersamaku tak lain tak bukan aku sendiri karena aku mang lagi sendiri. Berapa sering kamu mengabaikan orang yang berada bersama mu saat ini?

Apa yang paling penting ku lakukan? PEDULI.

I need to care with others..with myself

Thursday, March 16, 2006

How lucky I am!

Sore hari pulang dari kantor, aku mendapatkan sepucuk surat tanpa nama. Dengan perangko berlangganan dipojok kanan. "Upss..surat dari siapa ini", batinku. Sambil memasuki kamar, ku robek surat itu dan kutemukan secarik kertas yang menyatakan aku merupakan salah satu dari 100 orang yang berhak menerima hadiah dari sebuah toko yang berada di Galleria Mall Yogyakarta. Antara ragu dan yakin, ku tetap bersabar hingga waktunya tiba aku ke sana. Ternyata benar, ini sejenis promo dan aku bisa mengambil undian untuk mendapatkan hadiah cuma-cuma.


Keberuntungan yang tidak biasanya...hal-hal yang selama ini kurang ku percaya. Undian? Mmm..1 di antara 1000. Ternyata aku mendapatkan sesuatu yang disebut "keberuntungan" oleh kebanyakan orang. Tapi ada atau tanpa hadiah itu..aku adalah makhluk yang beruntung. How lucky I am! Nilai mendasar yang harus ku ingat Blessing in Disguise, selalu...

Tuesday, February 28, 2006

Do your best

"Do your best" Pada masa-masa sekolah aku amat sering menuliskan kata-kata itu, entah itu dibuku catatan, latihan atau PR(ya masa-masa sekolah gitu deh..)
"Ah udah seperti ini aja.."
"Udalah ini kan cuma maen2.."
"Gini aja deh uda bagus.."

Kalimat-kalimat di atas contoh secuil kalimat yang mematikan potensi diri kita.
Lakukan yang terbaik yang kamu bisa tentu saja tidak sama dengan menjadi perfeksionis.

Just do it..do your best!!

Friday, December 09, 2005

Pelajaran dari sebuah pertemuan

Tak terasa telah tiga tahun kutinggalkan masa-masa smu..dan beberapa waktu lalu kenangan masa smu kembali menjadi sebuah cerita yang sangat menarik.
Hal menarik yang tiba-tiba terbesit dalam pikiranku..
Semua kisah-kisah smu menjadi begitu detil dalam pembicaraan kami, hal-hal yang dulu memalukan, memilukan, menyinggung perasaan, yang mungkin juga tertulis di buku harian menjadi cerita lucu yang sangat menyenangkan..
Ternyata, ya demikian pula yang kita alami saat ini, pada esok hari..lusa..atau beberapa tahun mendatang segala kekesalan, kemarahan, kekecewaan tidak lagi menjadi suatu masalah. Segalanya akan tampak seperti lelucon yang siap membuat kita terbahak-bahak..

Tuesday, September 27, 2005

how am I today??

Sambil menunggu dosen aku membaca sebuah buletin..
Tidak disangka nilai cerita2 yg tertulis dibuku itu amat menyentuhku.Tiga hal yang begitu melekat :
Pertama tidak akan telambat jika kita mulai saat ini.
Sehelai daun jambu kuselipkan dibuku sastraku sbg pembatas buku.Ternyata saat ini setelah setahun ku selipkan, daun itu telah menjadi pembatas buku yg sangat unik..bersinar. Siapa yang menyangka daun yang segar yg mungkin terlihat tidak bermakna setelah setaon kuselipkan dibuku sastraku menjadi barang seni yang terkesan kuno(unik).
Begitu pula seringkali aku berucap..andai aku dulu tekun belajar bahasa asing,sekrang tentunya sudah mahir,andai dulu aku disiplin sekrang bisa menjadi lebih berkomitmen..andai..andai yang tidak berarti karena aku sering menyia-nyiakan saat ini. Kenapa bisa demikian? Karena aku tidak sadar 'hari ini'. Maka lawanlah rasa kemalasan 'hari ini', karena tidak ada kata terlambat jika memulai saat ini.

Kedua 'gelas itu kotor sekali'
Rasanya kata2 itu biasa saja. Saat gelas yang kotor itu diisi dengan air murni yang amat bening, akan tetap terlihat kotor. Demikian juga jika tubuh ini dipenuhi dg penyakit, indera2 yang digunakan u hal2 yg kotor maka sejernih apapun pikiran , tentu akan terlihat kotor.
Demikian juga bila pikiran ku penuh dg kekotoran, sejernih apapun tubuh ini, tetap akan terlihat kotor.Terlalu susah kah untuk dimengerti? Karena kekotoran pikiran belum dihapus spt sebuah cermin yang ditutupi debu.

Ketiga 'berani dan raihlah peluang2'
Seorang tokoh sebut saja 'Ani' menyelesaikan kuliahnya dan diterima bekerja disebuah perusahaan. Tentu saja iya sangat senang. Kesan pertama demikian dan seterusnya pekerjaannya dipenuhi dg deadline, lembur. Ia juga katif disebuah oraganisasi keagamaan dan selalu berdana. Lima tahun kemudian Ani tetap spt Ani yang dulu: bekerja, penuh dengan deadline dan lembur untuk mendapatkan bonus sebagai tambahan dr gajinya. Ada sebuah perubahan dalam kehidupannya, ya ia telah menikah dan memiliki seorang anak. Beban hidupnya kian bertambah. Suatu hari ia ditawarkan sahabatnya untuk membuka firma akuntan independen. Ani memang mahir dalam bidang akuntansi. Tapi apa jawabnya"ah sekarang banyak firma, susah persainganya. Lagian kerja aja aman, gaji tidak kurang, tidak juga berlebih"
Tahun berikutnya ia juga ditawarkan temannya untuk menjalani usaha dalam bidang kesehatan dan Ani pun menolaknya karena ketakutan rugi, bukan bidangnya, dsb.
Ani bersama suaminya tentu saja berharap dapat hidup lebih bahagia. Tak heran jika mereka selalu memupuk kebajikan dg berdana walau tak banyak jumlahnya. Saat ditanyakan temannya Ani berkata"Bisa sih berdana dalam jumlah banyak, tp ntar ga makan apa2."
Lalu ada sebuah pertanyaan " ani adalah seseorang yg rajin berdana, namun mengapa kehidupannya belum berubah (tinggal dirumah kontrakan, setiap hari bekerja, lembur)?"
Janganlah menyia-nyiakan peluang, hilangkan rasa ketakutan.
Walalu kisah di atas hanya fiktif, namun maknanya sangat menyentuh, seringkali aku masih berputar dalam ketakutan, semoga kata2 bijak bukan hanya menjadi sebuah pajangan atau wacana tetapi dapat menjadi motivasi bagi diriku untuk menjadi lebih baik.

Mmm..asyik juga membaca cerita ini, tulisan di atas bukanlah spt cerita aslinya, tentu saja aku tidak mengingat setiap kata2nya, namun kurangkai kembali untuk lebih memaknai cerita tersebut agar tidak menjadi angin yang berlalu begitu saja.

Monday, May 30, 2005

ada saat mempertahankan, ada saat..

seorang teman yg telah sekian lama menjadi teman ku yang amat mengesankan, menuliskan ini sebagai tanda perpisahan kami..
Ada hal2 yang tdk ingin kita lepaskan orang2 yang
tdk ingin kita tinggalkan tapi ada saatnya dimana
kita harus berhenti mencintai seseorang bukan
karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan
karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih
berbahagia apabila kita melepaskannya.

Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa
dibandingkan dgn yang lain.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kita takut tidak dapat menemukan yang seperti
dia.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
begitu banyak saat2 indah senantiasa terbayang di
benak kita.
Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".
Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia
melainkan awal dari suatu kehidupan baru...
Kita harus melepaskan seseorang karena
kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
Kita harus melepaskan seseorang karena kita
menyadari yang ganteng, yang cantik, yang
istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.
Kita harus melepaskan seseorang karena kita
tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap
memberi yang lebih baik.
Kita harus melepaskan seseorang ketika saat2
indah hanyalah tinggal masa lalu.
Kita harus melepaskan seseorang karena kepala
kita berkata "tidak ada lagi yang dapat
dipertahankan".
Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai
apa2... namun Anda telah memahami sesuatu...!

Segala sesuatu ada waktunya, ada saat
mempertahankan, ada saat melepaskan...!!

"when u love some one u've got to learn to let them
go..."
demikianlah setiap perjalanan salam kehidupan ini..

Wednesday, July 21, 2004

hello

setelah sekian lama blog ini dibuat..sekarang baru diupdate.
hi 2 all beings